Ramli SE Desak Pemerataan Proyek dan Tolak Monopoli Vendor di Aceh Barat
ACEH BARAT - Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, menyoroti praktik pengadaan barang dan jasa di lingkungan perusahaan tambang yang dinilai masih didominasi oleh sistem monopoli vendor.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan outsourcing antara PT Balee Jaya Bersama (BJB) dengan PT Cipta Kridatama (PT CK).
Ramli meminta agar perusahaan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada putra daerah Aceh Barat dalam keterlibatan pekerjaan, baik sebagai vendor maupun tenaga kerja.
“Jangan ada istilah monopoli. Kalau ada pekerjaan besar, lebih baik dipecah agar putra daerah lain juga bisa ikut,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pembagian pekerjaan seperti catering dan jasa lainnya agar tidak hanya dikuasai oleh satu pihak vendor, melainkan dibagi kepada beberapa penyedia jasa lokal untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.







Komentar