Ketua DPRK Aceh Barat: Jangan Bangun Pustu di Lokasi yang Sulit Dijangkau Masyarakat
ACEH BARAT | pojoksuara.id - Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, S.E., yang akrab disapa Dek Ti, meminta Dinas Kesehatan Aceh Barat mengevaluasi penentuan lokasi pembangunan Pos Kesehatan Desa (Pustu) agar benar-benar berada di tempat yang mudah dijangkau masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dek Ti saat Rapat Pembahasan dan Penetapan Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025, Selasa (7/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Ketua DPRK menyoroti keberadaan sebuah bangunan Pustu di wilayah Woyla Barat, yang menurut hasil kunjungan Panitia Khusus (Pansus) DPRK berada di lokasi yang dinilai kurang layak dan sulit diakses masyarakat.
"Nyoe yang na inan, ie dile bak lueng, habehnyan lam uteun lam bak para so jak" ujarnya dalam bahasa aceh
Menurutnya, pemilihan lokasi pembangunan fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius agar bangunan yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Yang kami temukan kemarin di Woyla Barat, kondisi lokasinya tidak layak. Ke depan kalau ada permohonan pembangunan Pustu, lokasinya harus benar-benar ditinjau kembali dan dipilih di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau masyarakat," kata Dek Ti.
Ia menilai pembangunan fasilitas kesehatan di lokasi yang tidak tepat hanya akan menyebabkan aset pemerintah tidak dimanfaatkan secara optimal.
"Kalau kita bangun Pustu, tetapi masyarakat tidak mau datang karena lokasinya tidak strategis, akhirnya aset dan bangunan itu menjadi sia-sia. Bangunan itu sudah hampir setahun terbengkalai, bahkan memang sudah tidak dimanfaatkan," ujarnya.
Dek Ti juga menyampaikan bahwa temuan tersebut diperoleh saat Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat melakukan peninjauan langsung ke wilayah Woyla Barat.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi agar setiap pembangunan Pustu ke depan didasarkan pada kebutuhan masyarakat, aksesibilitas lokasi, serta potensi pemanfaatannya sehingga tidak ada lagi bangunan fasilitas kesehatan yang terbengkalai setelah selesai dibangun.










Komentar