1. LINGKUNGAN

Abdul Jalil Soroti CSR PT Mifa, Minta Dampak Lingkungan dan Ekonomi Krueng Tujoh Dihitung

Abdul Jalil (Anggota Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh)

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Anggota Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh, Abdul Jalil, menyoroti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang disampaikan PT Mifa Bersaudara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberlangsungan hidup Krueng Tujoh di DPRK Aceh Barat, Senin (24/8/2026).

Dalam tanggapannya, Abdul Jalil menyampaikan bahwa keberadaan program CSR perlu dilihat secara berimbang dengan potensi dampak lingkungan dan ekonomi yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah aktivitas perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Jalil setelah pihak PT Mifa Bersaudara mendapat kesempatan memaparkan berbagai kegiatan perusahaan di Aceh Barat, termasuk program CSR dan kegiatan yang berkaitan dengan kawasan sekitar Krueng Tujoh.

Sebelumnya, dalam RDP tersebut, pihak PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) dan PT Indonesia Pacific Energy (IPE) juga telah menyampaikan penjelasan masing-masing terkait aktivitas perusahaan dan isu yang menjadi pembahasan dalam forum.

Abdul Jalil kemudian mempertanyakan sejauh mana CSR dapat menjadi ukuran untuk menilai keberadaan dan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat.

“CSR itu datang dari Amerika uangnya? Kalau CSR datang dari negeri Amerika, kami hormat. Hebat, Bapak turunkan uang dari Amerika ke Aceh Barat dan memberikan kepada gampong-gampong,” ujar Abdul Jalil dalam forum RDP.

Namun, ia menegaskan bahwa menurut pandangannya, CSR tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam melihat hubungan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan.

“Jangan Bapak pikir dengan CSR sudah senang semua. Ada kerusakan lingkungan yang bisa menyebabkan kerusakan ekologis, ada kerugian ekonomis. Ini yang kami minta, turunkan tim untuk menghitung semuanya,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Abdul Jalil meminta pimpinan DPRK Aceh Barat bersama pihak terkait untuk turun langsung melihat kondisi Krueng Tujoh.

“Kami mohon kepada pimpinan DPRK Aceh Barat untuk sama-sama kita datang. Kalau mau, kita turun sama-sama pakai sampan ke Krueng Tujoh. Kita lihat kiri kanan, nanti saya jelaskan bagaimana hutan Krueng Tujoh sebenarnya dan sumber kehidupan siapa hutan ini,” ujarnya.

Menurutnya, peninjauan lapangan diperlukan agar pembahasan mengenai kondisi Krueng Tujoh tidak hanya berdasarkan pemaparan dari masing-masing pihak di ruang rapat.

Sebelumnya, PT Mifa Bersaudara melalui Group Head Corporate External Communication (CEC), Tengku Kaddhafi Al Munir, telah memaparkan sejumlah program perusahaan, termasuk pengelolaan lingkungan, kolam pengendap lumpur, serta kegiatan CSR di sejumlah wilayah.

Berita Lainnya