Sekilas Info

DLH Aceh Barat Siapkan Uji Kualitas Air untuk Telusuri Sumber Pencemaran Krueng Tujoh

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat akan melakukan pengujian kualitas air secara objektif untuk mengetahui kondisi Krueng Tujoh sekaligus mengidentifikasi sumber pencemaran yang diduga memengaruhi keberlangsungan sungai tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Aceh Barat, Ratna Ekawati, ST, M.Si, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberlangsungan hidup Krueng (Sungai) Tujoh yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRK Aceh Barat.

Ratna menjelaskan, pengambilan sampel air nantinya akan dilakukan pada sejumlah titik untuk mendapatkan data pembanding atau baseline. Titik pertama akan diambil pada lokasi yang belum banyak dipengaruhi aktivitas, kemudian sampel berikutnya diambil setelah aliran air melewati kawasan pertambangan.

“Dengan begitu, kita bisa melihat apakah kualitas air berubah atau tidak setelah melewati aktivitas pertambangan tersebut,” jelas Ratna.

Selain itu, DLH juga mengusulkan pengambilan sampel pada outlet, parit, atau saluran pembuangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan. Menurutnya, titik tersebut sangat penting untuk membantu mengidentifikasi sumber pencemaran apabila hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan kualitas air.

Pengambilan sampel juga akan dilakukan pada sungai yang dicurigai mengalami pencemaran, bagian tengah daerah aliran sungai (DAS), serta wilayah hilir atau kawasan yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.

Ratna mengatakan, kawasan permukiman juga perlu diperhatikan karena aktivitas domestik masyarakat berpotensi menjadi salah satu sumber pencemaran. Selain itu, terdapat aktivitas lain seperti peternakan, pengolahan dan kegiatan masyarakat lainnya yang juga dapat memengaruhi kualitas air.

“Dari hasil ini sebenarnya kita bisa melihat pola yang berpotensi menjadi sumber pencemaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, DLH Aceh Barat telah siap melakukan pengujian. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesepakatan dengan masyarakat dan Aliansi Krueng Meureubo mengenai waktu pengambilan sampel.

Ratna memastikan pengambilan sampel dan proses pengujian akan dilakukan secara objektif dan transparan. Titik-titik pengambilan sampel akan ditentukan berdasarkan kebutuhan teknis sehingga hasil yang diperoleh dapat menjadi data yang netral.

“Insyaallah untuk hasil uji yang menggunakan titik, bukan berdasarkan kepentingan tertentu, sehingga lebih netral. Laboratorium yang akan menguji juga bukan kita yang menentukan sendiri,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menyepakati waktu pelaksanaan pengambilan sampel sehingga proses pengujian kualitas air Krueng Tujoh dapat segera dilakukan dan hasilnya menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

RDP tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Barat Hj. Siti Ramazan, S.E., didampingi Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Azwir, S.P. dan Wakil Ketua II Zulfikar, S.A.B., serta Sekda Aceh Barat Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM., ASEAN Eng.

Turut hadir Ketua Komisi I DPRK Aceh Barat Ramli, S.E., bersama anggota Komisi I Aulina Katana, S.E. dan H. T. Helmy P, S.P., M.M.; Ketua Komisi II Said Muzhar dan Wakil Ketua Komisi II Nasruddin, S.I.Kom.; Ketua Komisi III Mustafa Gaseu, S.H. dan Sekretaris Komisi III Abdul Rauf, S.E. dari Dapil V Kecamatan Meureubo; serta Ketua Komisi IV Medradia Yugistira, S.I.Kom., M.M. dan Wakil Ketua Komisi IV Khairani, S.Si.