DLH Aceh Barat Ungkap Hasil Verifikasi Awal Aktivitas di Hulu Krueng Tujoh
ACEH BARAT | pojoksuara.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat mengungkap hasil verifikasi lapangan terkait kondisi dan berbagai aktivitas di sepanjang kawasan Krueng Tujoh, termasuk wilayah hulu yang diduga terdapat sejumlah kegiatan pembukaan lahan, perkebunan, hingga aktivitas pertambangan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, SP., M.IL, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberlangsungan hidup Krueng (Sungai) Tujoh yang berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRK Aceh Barat, Senin (24/8/2026).
Ronald mengatakan dirinya baru saja dilantik sebagai Plt Kepala DLH Aceh Barat, sehingga untuk penjelasan teknis mengenai hasil verifikasi lapangan akan disampaikan oleh pejabat teknis di lingkungan DLH yang lebih memahami kondisi di lapangan.
“Sebelumnya saya mohon izin dan mohon maaf. Tadi saya dilantik menjadi Plt DLH Aceh Barat. Karena itu, untuk penjelasan lebih lanjut nanti akan disampaikan oleh rekan-rekan kami, termasuk kepala bidang dan sekretaris DLH yang lebih memahami kondisi riil di lapangan,” ujar Ronald.
Ia menegaskan, DLH Aceh Barat telah menjalankan arahan pimpinan dengan melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna melihat kondisi aktual di sekitar Krueng Tujoh.
“Dari DLH sudah bekerja sesuai dengan arahan pimpinan. Arahan tersebut sudah kami jalankan, termasuk melakukan verifikasi di lapangan dan melihat beberapa hal yang nantinya dapat kami sampaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ronald kemudian menyerahkan penjelasan teknis hasil verifikasi kepada pejabat bidang terkait.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH Aceh Barat, Ratna Ekawati, ST., M.Si, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tim DLH telah melakukan verifikasi lapangan dengan menelusuri kawasan Krueng Tujoh, mulai dari bagian hilir hingga ke wilayah hulu.
Dari hasil verifikasi awal, tim menemukan sejumlah aktivitas di sekitar kawasan Krueng Tujoh. Aktivitas tersebut antara lain berupa perkebunan kelapa sawit, kegiatan pertambangan, aktivitas masyarakat, serta pembukaan lahan atau land clearing di kawasan hulu.
“Untuk kegiatan yang kami tuju ini, kami laporkan bahwa kami sudah melakukan verifikasi lapangan untuk awalnya. Dalam verifikasi tersebut kami turun ke Krueng Tujoh dan dari hilir kami mencoba memverifikasi atau melihat kegiatan aktivitas di sekitar Krueng Tujoh,” jelasnya.
Menurut Ratna, tim juga melakukan penelusuran hingga ke bagian hulu Krueng Tujoh. Di kawasan tersebut ditemukan berbagai aktivitas yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Kami mencoba melihat sampai ke hulu. Di sana kami dapati ada berbagai aktivitas seperti penanaman kelapa sawit, ada pertambangan, ada aktivitas masyarakat. Kemudian kami melihat ada bukaan-bukaan semacam land clearing di hulu,” ungkapnya.
Tidak hanya melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan, DLH Aceh Barat juga melakukan verifikasi terhadap sejumlah perusahaan yang berada di sekitar kawasan Krueng Tujoh.
Langkah tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sejumlah perusahaan pertambangan maupun aktivitas pertambangan batu bara di sekitar kawasan tersebut.
“Kami juga sudah mencoba memverifikasi apa yang kami temukan kepada beberapa perusahaan. Karena kita lihat di sekitar Krueng Tujoh ada perusahaan-perusahaan pertambangan atau ada aktivitas pertambangan batu bara, sehingga kami mencoba melakukan verifikasi kepada empat perusahaan,” katanya.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Barat Hj. Siti Ramazan, S.E., didampingi Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Azwir, S.P. dan Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat Zulfikar, S.A.B., serta Sekda Aceh Barat Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM., ASEAN Eng.
Turut hadir Ketua Komisi I DPRK Aceh Barat Ramli, S.E., bersama anggota Komisi I Aulina Katana, S.E. dan H. T. Helmy P, S.P., M.M.
Dari Komisi II hadir Ketua Komisi II Said Muzhar dan Wakil Ketua Komisi II Nasruddin, S.I.Kom. Sementara Komisi III dihadiri Ketua Komisi III Mustafa Gaseu, S.H. dan Sekretaris Komisi III Abdul Rauf, S.E., serta Ketua Komisi IV Medradia Yugistira, S.I.Kom., M.M. dan Wakil Ketua Komisi IV Khairani, S.Si.
RDP tersebut juga dihadiri sejumlah warga Kecamatan Meureubo yang tergabung dalam Aliansi Krueng Meureubo, pihak perusahaan, di antaranya PT Mifa Bersaudara, PT AJB, PT IPE dan PT NCN, serta sejumlah instansi terkait, termasuk DLH Kabupaten Aceh Barat.










Komentar