PT NCN Akui Kekurangan Tenaga Skill, Soroti Operator dan Mekanik Jadi Kendala Utama Rekrutmen
ACEH BARAT - Herman, Government Relation PT NCN mengungkapkan bahwa keterbatasan tenaga kerja terampil (skill) di Aceh Barat menjadi salah satu tantangan utama dalam operasional perusahaan, terutama pada posisi teknis seperti operator alat berat, mekanik, dan tenaga administrasi.
Herman menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan khusus di sektor tambang tidak dapat sepenuhnya dipenuhi dari lokal karena minimnya tenaga kerja yang memenuhi standar teknis perusahaan.
“Skill seperti mekanik, operator, sampai administrasi yang memenuhi syarat itu sangat terbatas di sini,” ujar Herman.
Ia mencontohkan, sebagian tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan teknis disebut lebih memilih bekerja di sektor lain, termasuk tambang ilegal, sehingga perusahaan kesulitan mendapatkan SDM sesuai kebutuhan standar operasional.
Selain itu, ia menegaskan bahwa perusahaan tetap membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, namun kerap terjadi penolakan ketika tenaga kerja dari luar daerah direkrut untuk mengisi posisi yang tidak tersedia di wilayah setempat.
Dalam forum tersebut, Herman juga menyampaikan rencana perusahaan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan atau upgrading skill pada tahun mendatang, seiring dengan stabilnya kegiatan produksi perusahaan.
“Ke depan kami akan melakukan upgrading skill melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal,” katanya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan operasional perusahaan sangat bergantung pada kepastian perizinan, termasuk PKKPR dan izin crossing jalan. Jika tidak segera diselesaikan, operasional perusahaan disebut dapat terhenti mulai bulan depan.
“Kalau izin tidak selesai, maka di bulan Juli kami bisa stop operasional. Dampaknya vendor, subkontraktor, dan tenaga kerja bisa terdampak,” jelasnya.
Herman juga menegaskan bahwa operasional PT NCN baru berjalan pada tahun 2026 setelah sebelumnya belum aktif berproduksi dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pihaknya meminta dukungan DPRK Aceh Barat untuk memastikan keberlanjutan investasi di daerah tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di Aceh Barat, mohon dukungan agar operasional ini bisa berjalan berkelanjutan,” tutupnya.










Komentar