Sekilas Info

Dubes Kartini Tuliskan Pesan Persahabatan di Buku Tamu Kehormatan Hiroshima Peace Memorial Museum

HIROSHIMA, JEPANG - Dilangsir kemlu.go.id KBRI Tokyo mengapresiasi keberadaan Asosiasi Hiroshima-Indonesia (Hiroshima-Indonesia Association/HIA) yang selama 30 tahun telah meningkatkan kerja sama antara kedua negara. Demikian dikatakan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir dalam Hiroshima Indonesian Association General Meeting, di Kota Hiroshima, pada Jumat 22 Mei 2026.

Dipimpin oleh Konsul Jenderal RI untuk Osaka, John Tjahjanto Boestami, dan Chairman Hiroshima-Indonesia Association, Kensuke Matsufuji, acara ini dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan serta dimeriahkan oleh penampilan angklung dari PPI Hiroshima.

Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Asosiasi Hiroshima-Indonesia karena telah mengundang kami ke acara yang luar biasa ini. Baik Hiroshima maupun Indonesia diakui secara internasional karena memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian dan warisan budaya. Hiroshima bangkit dari situasi yang sulit di tahun 1945. Sementara Indonesia, sebagai penggagas Konferensi Bandung 1955, memiliki sejarah panjang dalam mempromosikan perdamaian, solidaritas antar negara berkembang, dan diplomasi budaya. Nilai-nilai perdamaian, keramahan, dan pelestarian budaya adalah benang merah yang menghubungkan kita dan membawa makna yang lebih dalam pada persahabatan kedua negara. Selama 3 dekade Asosiasi Hiroshima-Indonesia menjadi jembatan persahabatan dan menciptakan peluang untuk pemahaman dan pertukaran budaya,” urai Dubes Kartini yang hadir didampingi Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula dan Koordinator Fungsi Ekonomi Gatot Hari Gunawan.

Bersama-sama, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat, tidak hanya antara Hiroshima dan Indonesia, tetapi juga antargenerasi sehingga orang Indonesia dan Jepang di masa depan akan terus berjalan bergandengan tangan dalam perdamaian dan persahabatan,” tambahnya.

Chairman HIA, Kensuke Matsufuji menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar RI untuk Jepang, Konsul Jenderal RI Osaka, dan delegasi Indonesia dalam kegiatan ini. Hal ini menurutnya, menunjukkan kerja sama dan dukungan yang berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia dengan HIA. Dalam kesempatan itu ia juga mengapresiasi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026 dan menekankan pentingnya penguatan hubungan Indonesia-Jepang yang bersifat strategis komprehensif.

HIA dalam 30 tahun perjalanannya, merupakan salah satu asosiasi yang memainkan peran sangat penting dalam memajukan kerja sama sosial budaya antara Indonesia dan Jepang, khususnya di wilayah prefektur Hiroshima. Beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya saling kunjung dengan fokus pada aspek kebudayaan, ekonomi, maupun teknologi. Anggota dari HIA adalah masyarakat umum dan juga berbagai petinggi perusahaan Jepang yang berbasis di prefektur tersebut. HIA melakukan interaksi dan juga kerja sama yang cukup intensif dengan kalangan mahasiswa, masyarakat, dan pelaku usaha Indonesia melalui berbagai pelaksanaan kegiatan kolaboratif.

Dalam kunjungan kerja di Kota Hiroshima ini, Dubes Kartini berkesempatan bertemu dengan sejumlah pengurus dan anggota PPI Hiroshima. Beberapa hal dibahas diantaranya berbagai kegiatan PPI Hiroshima diantaranya program Beasiswa Jagung, kerja sama dengan petani Hiroshima dalam penanaman palawija yang hasilnya digunakan untuk membantu beasiswa bagi pelajar Indonesia di tanah air. Dubes Kartini juga bertemu dengan pelaku usaha Indonesia di Hiroshima, dalam hal ini pemilik Restoran Matahari yang telah membuka usaha di sejak 27 tahun yang lalu

Sementara itu pada Sabtu 23 Mei 2026, Dubes Kartini beserta Konjen John Tjahjanto Boestami melakukan pertemuan dengan Director of Hiroshima Peace Memorial Museum, Ishida, untuk membahas peluang kerja sama antarmuseum Indonesia-Jepang. Secara khusus Dubes Kartini mendapat kesempatan menuliskan pesan persahabatan di buku tamu kehormatan museum. Dalam pesan yang ditulis, Dubes Kartini menegaskan bahwa sejarah kelam dari perang tidak boleh terulang. Dubes Kartini dalam tulisannya juga mendorong semua pihak untuk menjaga perdamaian untuk generasi mendatang.