1. LINGKUNGAN

Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh Sebut Banyak Titik Aliran Sungai Terhubung ke Krueng Tujoh

Abdul Jalil (Anggota Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh)

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Anggota Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh, Abdul Jalil, meminta pihak terkait tidak hanya melihat persoalan Krueng Tujoh dari satu titik. Ia menyebut terdapat sejumlah aliran anak sungai yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan Krueng Tujoh.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Jalil di sela pemaparan pihak PT Mifa Bersaudara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberlangsungan hidup Krueng Tujoh di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRK Aceh Barat. Senin, 24/8/2026.

Abdul Jalil mengatakan, terdapat sejumlah aliran sungai yang perlu diperhatikan, termasuk Krueng ie Mirah yang dilintasi perusahaan. Ia juga menyebut adanya aliran Krueng Buloh di kawasan Gunong Meulinteung serta sejumlah aliran sungai lainnya yang menurutnya bermuara atau memiliki keterkaitan dengan Krueng Tujoh.

“Diakui saja, selain di kolam-kolam itu ada tumpahan batu bara setiap detik di Krueng ie Mirah yang bapak lintasi, yang ada jembatan itu, Pak,” kata Abdul Jalil.

Ia kemudian menyebut Krueng Buloh yang berada di kawasan Gunong Meulinteung. Menurutnya, aliran tersebut juga perlu menjadi perhatian karena berada dalam rangkaian aliran sungai yang berkaitan dengan wilayah Krueng Tujoh.

“Kalau humasnya orang Buloh pasti paham itu Gunong Meulinteung. Itu juga Krueng Buloh,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Abdul Jalil menyebut terdapat aliran sungai di kawasan Seumambek yang melewati Gampong Buloh dan sekitar lokasi basecamp. Ia juga menyinggung aliran dari Krueng Punggak, Krisek, Krueng Reudeup hingga Krueng Balee yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan aliran menuju Krueng Tujoh.

“Kemudian ada ke Seumambek lewat Gampong Buloh, lewat basecamp, itu ada sungai. Kemudian ada dari Krueng Punggak, yang Krisek itu pun juga ke Krueng Reudeup. Krueng Balee yang airnya mengalir ke Krueng Tujoh juga,” jelasnya.

Menurut Abdul Jalil, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dibahas dalam RDP bukan hanya berkaitan dengan satu titik lokasi. Ia meminta seluruh titik aliran sungai yang berpotensi memiliki keterkaitan dengan Krueng Tujoh turut ditelusuri.

“Titiknya bukan satu titik, tapi banyak titik, Pak. Saya bisa menggambarkan di ruangan ini, saya duduk masih bisa saya gambarkan lokasi dan titik sungai itu,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Government Relations PT Mifa Bersaudara, Naldi, sebelumnya menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan dan memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai regulasi.

Naldi juga menjelaskan bahwa Krueng Tujoh tidak berada secara langsung di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Mifa Bersaudara. Namun, terdapat sejumlah anak sungai yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas perusahaan maupun sistem aliran sungai di sekitar wilayah kegiatan.

“Dalam aktivitas pertambangan yang kami lakukan, meskipun Krueng Tujoh tidak berada langsung di dalam wilayah IUP, namun terdapat beberapa bagian anak sungai yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas kami maupun dengan sistem aliran sungai di sekitar wilayah kegiatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan tetap berkomitmen melakukan pengelolaan lingkungan secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dalam hal ini, kami juga memiliki komitmen untuk terus melakukan pengelolaan lingkungan secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Berita Lainnya