Sekilas Info

Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Barat Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Rundeng, Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung menjelang tengah malam pada Minggu, 16 Agustus 2026, dan berakhir pada dini hari, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Barat diwakili oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H. Sementara dari unsur legislatif, DPRK Aceh Barat diwakili oleh Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Azwir, S.P, selaku pimpinan DPRK, bersama anggota DPRK Aceh Barat, H. Tarmizi, S.E.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung dalam suasana hening dan penuh khidmat. Seluruh peserta memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dan mengorbankan jiwa serta raga demi perjuangan, kemerdekaan dan masa depan bangsa Indonesia.

Selain unsur Pemerintah Kabupaten dan DPRK Aceh Barat, kegiatan tersebut juga diikuti unsur Forkopimda, jajaran TNI dan Polri, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara serta berbagai unsur lainnya.

Sebanyak 32 OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan masing-masing 10 peserta. Para kepala OPD juga mengikuti rangkaian Apel Kehormatan dan Renungan Suci bersama ratusan personel TNI dan Polri.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut dipimpin oleh Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Windarto, S.Sos., M.M selaku Inspektur Upacara.

Dalam naskah Renungan Suci yang dibacakan, seluruh peserta menyampaikan penghormatan yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi bangsa dan negara.

Berdasarkan data yang dibacakan dalam upacara, para pahlawan yang dimakamkan di TMP Rundeng terdiri dari 25 anggota TNI, 12 pegawai sipil, 10 pejuang rakyat, serta 20 pahlawan tak dikenal.

Atas nama seluruh peserta upacara, Inspektur Upacara juga menyampaikan ikrar untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Kami bersumpah dan berjanji: perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga,” demikian penggalan ikrar yang dibacakan dalam upacara tersebut.

Seluruh peserta juga memanjatkan doa agar arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan mendapatkan tempat yang sepatutnya atas jasa serta pengorbanan mereka kepada negara dan bangsa.

Usai memimpin upacara, Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Windarto mengatakan, pelaksanaan ziarah nasional dan renungan suci merupakan bentuk penghormatan, penghargaan sekaligus upaya mengenang jasa para pahlawan pendahulu bangsa.

“Jadi kegiatan kita malam ini kita melaksanakan ziarah nasional dan juga renungan suci tentunya untuk menghargai, menghormati, dan mengenang jasa-jasa para pahlawan pendahulu kita yang sudah bersusah payah berjuang bukan hanya untuk keluarga, tapi untuk negara dan bangsa,” kata Windarto.

Menurutnya, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan memiliki arti yang sangat besar bagi perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini.

“Sehingga atas jasa merekalah kita bisa seperti sekarang ini. Kalau tanpa jasa mereka-mereka itu tentunya belum tentu kita bisa seperti sekarang ini,” ujarnya.

Windarto mengatakan, momentum Apel Kehormatan dan Renungan Suci juga harus menjadi pengingat bagi generasi muda agar terus meneladani semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

“Harapan kami kepada generasi muda yang akan datang, perjuangan para pendahulu kita tentunya patut kita tiru. Kita sebagai anak muda tentunya harus meniru mereka secara gigih. Kita bisa belajar, bekerja keras, sehingga apa yang mereka perjuangkan bisa kita lanjutkan,” katanya.

Ia mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif, baik dalam bidang pendidikan maupun pembangunan.

“Kita isi kemerdekaan dengan hal yang positif baik itu di bidang pendidikan maupun bidang pembangunan,” lanjutnya.

Menurut Windarto, pembangunan bangsa membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat hingga generasi muda.

“Tanpa dukungan generasi muda, kami selaku instansi pemerintahan baik pemerintah daerah maupun TNI, Polri dan juga masyarakat tidak akan bisa membangun negara kita lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia berharap generasi penerus bangsa dapat terus menjaga semangat perjuangan dan melanjutkan cita-cita para pahlawan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat, daerah serta negara.

“Para generasi muda juga harus bisa meneruskan perjuangan para pahlawan,” pungkasnya.