Sekilas Info

Nelayan Tradisional Keluhkan Pendangkalan Krueng Tujoh, Hasil Tangkapan Ikan Anjlok

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Kondisi Krueng Tujoh di Kabupaten Aceh Barat yang semakin dangkal dan keruh dikeluhkan para nelayan tradisional. Mereka mengaku perubahan kondisi sungai tersebut telah berdampak langsung terhadap menurunnya hasil tangkapan ikan hingga mengganggu perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aliran sungai tersebut.

Keluhan itu disampaikan salah seorang nelayan tradisional, Abdul Aziz, warga Gampong Ujong Tanoh Darat, saat mendampingi peninjauan kondisi Krueng Tujoh yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh bersama sejumlah jurnalis.

Menurut Abdul Aziz, sejak kondisi sungai berubah, masyarakat semakin kesulitan mencari ikan yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.

"Dulu hampir setiap hari kami masih bisa mendapatkan ikan dari Krueng Tujoh. Sungai ini menjadi sumber ekonomi masyarakat. Namun sekarang sangat sulit mencari nafah karena kondisi sungainya sudah berubah," kata Abdul Aziz.

Ia mengatakan air sungai yang kini keruh membuat aktivitas memancing maupun menjaring ikan tidak lagi membuahkan hasil seperti sebelumnya.

"Airnya sudah keruh. Memancing pun sudah tidak bisa lagi. Ikan juga semakin sulit didapat. Padahal selama ini kami bergantung pada hasil sungai untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Abdul Aziz berharap kondisi Krueng Tujoh dapat dipulihkan agar masyarakat kembali memperoleh penghasilan dari sungai.

"Harapan kami, sungai ini bisa kembali seperti dulu sehingga ekonomi masyarakat yang bergantung pada Krueng Tujoh bisa pulih lagi," katanya.

Ia menjelaskan, sebelum kondisi sungai berubah, masyarakat masih dapat menangkap berbagai jenis ikan air tawar seperti ikan gabus (bujuk), baung, belut, lele (limbek) dan berbagai jenis ikan sungai lainnya, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.

Namun kini, lanjutnya, pendangkalan akibat sedimentasi membuat alur sungai semakin sulit dilalui.

"Sekarang sungai sudah mengalami pendangkalan karena sedimentasi. Banyak bagian yang tertutup sehingga perahu tidak bisa lagi melintas ke daerah lain. Jalur sungai sudah terhambat," jelasnya.

Menurut Abdul Aziz, kondisi tersebut telah dirasakan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan terakhir dan hingga kini belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh, Nazar, menyebut kondisi sungai saat ini telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan nelayan di sepanjang aliran Krueng Tujoh.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengamatan masyarakat, pendangkalan sungai semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sebagian besar nelayan tradisional disebut sudah tidak dapat lagi mencari nafkah seperti biasanya.

Selain itu, Anggota Presidium Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh, Muhammad Yunus Bidin, juga menilai kerusakan ekosistem sungai telah memengaruhi kehidupan biota perairan dan mengakibatkan berkurangnya hasil tangkapan nelayan.

Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh menduga perubahan kondisi sungai berkaitan dengan aktivitas di kawasan hulu. Namun, dugaan tersebut masih merupakan hasil pengamatan dan penyampaian masyarakat di lapangan serta belum ditetapkan melalui kajian ilmiah maupun hasil investigasi resmi dari instansi yang berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, Pojoksuara.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.