Ketua DPRK: Ada Apa dengan Dinkes?

ACEH BARAT | pojoksuara.id - Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, S.E., mempertanyakan alasan Dinas Kesehatan Aceh Barat yang meminta agar pembahasan Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBK Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025 dipercepat, yang seharusnya jadwal Dinas Kesehatan digelar pada hari kamis tanggal 9 juli 2026 mendatang.

"Ada apa dengan Dinas Kesehatan sehingga harus di luar dari urutan pembahasan ini?" tanya Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, S.E., dalam rapat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep., M.KM, menjelaskan bahwa permintaan tersebut semata-mata karena adanya agenda penting yang telah dijadwalkan bersama instansi pengawas.

Evi menyampaikan, pada hari Rabu tanggal 8 Juli besok, pihaknya dijadwalkan mendampingi Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk meninjau langsung progres pembangunan rumah tunggu yang sedang dikerjakan Dinas Kesehatan.

"Selama proses pembangunan rumah tunggu berjalan, pihak Kajati sebagai pendamping belum pernah turun langsung ke lapangan. Karena itu kami diminta hadir pada hari Rabu untuk menyaksikan secara langsung sejauh mana progres pembangunan tersebut," jelas Evi.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pada hari Kamis tanggal 9 Juli 2026, Dinas Kesehatan kembali dijadwalkan menghadiri pemeriksaan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait tindak lanjut atas temuan biaya rujukan di rumah sakit.

"Kemudian terkait temuan di rumah sakit mengenai biaya rujukan yang menjadi temuan BPK, kami juga diminta mendampingi proses pembahasan di BPK pada hari Kamis. Karena itu kami memohon izin kepada pimpinan dan anggota Banggar agar pembahasan Dinas Kesehatan dapat dipercepat," ujarnya.

Evi menegaskan, permohonan tersebut bukan karena ingin mendahului agenda pembahasan maupun menghindari proses pembahasan bersama DPRK, melainkan semata-mata untuk memenuhi undangan dari instansi yang melakukan pendampingan dan pemeriksaan.

"Mohon maaf tadi bukan karena alasan lain ataupun ingin mendahului pembahasan. Ini murni karena ada permintaan dan jadwal yang harus kami hadiri," tutupnya.

Berita Lainnya