1. Infrastruktur

Menteri PU Tinjau Program Padat Karya Tunai di Aceh Tamiang, Fokus Percepatan Pembersihan Lumpur Permukiman

ACEH - Dilangsir dari laman resmi pu.go.id, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau salah satu lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu 24 Mei 2026.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lumpur di kawasan permukiman masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan lumpur di kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, sejak awal bencana, sedimentasi dan lumpur menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani di Aceh Tamiang.

Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut,” kata Menteri Dody.

Program Padat Karya Tunai di Aceh Tamiang telah berjalan sejak masa tanggap darurat bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan berbasis masyarakat. Selain membantu mempercepat proses pembersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga terdampak.

Melalui skema tersebut, pemilik rumah dan masyarakat setempat dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pembersihan rumah, lingkungan permukiman, saluran drainase, hingga pemulihan kawasan terdampak.

Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan,” ujar Menteri Dody.

Pada lokasi yang ditinjau, proses pembersihan rumah warga telah berlangsung selama tiga hari. Kondisi kerusakan akibat endapan lumpur di sejumlah rumah masih tergolong berat sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Di sini masih ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan 1 sampai 2 hari ke depan bisa selesai dan masyarakat bisa memiliki kehidupan yang lebih layak,” kata Menteri Dody.

Secara keseluruhan, Kementerian PU menargetkan penanganan sekitar 23.000 titik rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang dapat diselesaikan melalui program padat karya tersebut.

Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” ujar Menteri Dody.

Selain membersihkan rumah warga, Program Padat Karya Tunai juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang penanganan mencapai 28.568 meter. Kegiatan tersebut melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,45 miliar.

Menteri Dody juga mengimbau agar program serupa segera diperluas ke daerah lain yang terdampak bencana, khususnya wilayah yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur di kawasan permukiman.

Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga,” tandas Menteri Dody.

Berita Lainnya