Kunjungan Museum Aceh Tembus 20.122 Orang Hingga Mei 2026, Didominasi Pelajar
BANDA ACEH | pojoksuara.id - Dilangsir dari museum.acehprov.go.id, minat masyarakat mengunjungi Museum Aceh terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data aplikasi e-ticket Museum Aceh, jumlah pengunjung sejak Januari hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 20.122 orang, dengan mayoritas berasal dari kalangan anak-anak dan pelajar.
Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, mengatakan bahwa Museum Aceh kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang semakin diminati masyarakat, khususnya peserta didik.
“Dari total 20.122 pengunjung selama Januari hingga Mei 2026, sebanyak 12.373 orang merupakan anak-anak atau pelajar. Ini menunjukkan bahwa Museum Aceh semakin dipercaya sebagai sarana edukasi untuk mengenal sejarah, budaya, dan identitas Aceh,” ujar Nurhasanah.
Berdasarkan data kunjungan, jumlah pengunjung pada Januari tercatat sebanyak 4.478 orang, Februari 4.382 orang, Maret 1.241 orang, April 4.721 orang, dan Mei menjadi bulan dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni mencapai 5.300 orang.
Selain wisatawan domestik, Museum Aceh juga menjadi salah satu destinasi yang diminati wisatawan mancanegara. Selama lima bulan pertama tahun 2026, tercatat 1.442 wisatawan asing mengunjungi museum yang berada di pusat Kota Banda Aceh tersebut.
Menurut Nurhasanah, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mempelajari sejarah dan melestarikan warisan budaya daerah terus mengalami peningkatan.
“Melalui koleksi yang kami miliki, pengunjung dapat melihat perjalanan panjang peradaban Aceh, mengenal nilai-nilai budaya, serta memahami berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas masyarakat Aceh hingga saat ini,” katanya.
Dari sisi penerimaan daerah, Museum Aceh juga mencatat pendapatan sebesar Rp90,28 juta selama periode Januari hingga Mei 2026. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan tiket pengunjung anak-anak sebesar Rp37,11 juta, tiket pengunjung dewasa Rp31,53 juta, serta tiket wisatawan asing senilai Rp21,63 juta.
Nurhasanah turut mengajak masyarakat yang belum pernah mengunjungi Museum Aceh agar menjadikan museum sebagai salah satu destinasi wisata keluarga sekaligus sarana pembelajaran sejarah dan budaya.
“Berkunjung ke museum bukan sekadar melihat benda-benda koleksi, tetapi juga memahami kisah dan nilai yang terkandung di dalamnya. Museum Aceh terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal Aceh lebih dekat,” ujarnya.
Museum Aceh yang berlokasi di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah Nomor 10, Banda Aceh, terus menghadirkan berbagai layanan edukasi dan informasi sejarah bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Aceh.










Komentar